PT Bakrie & Brothers Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Grup Bakrie merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi (esia, AHA), media (TVone, ANTV, VivaNews), produksi pipa, material pembangunan, komponen otomotif, dan investasi.
Sejak berdiri pada tahun 1942, kini grup Bakrie memiliki 11.000 pekerja dengan anak perusahaan sebagai berikut:
Bakrie Building Industries
Bakrie Communications
Bakrie Pipe Industry
Bakrie Corrugated Metal Industry
Bakrie Tosanjaya
Bakrie Telecom
Seamless Pipe Indonesia Jaya
South East Asia Pipe Industry
Trans-Bakrie
Visi Media Asia
dan telah mengalami pemerintahan oleh tiga CEO hebat, yaitu Bapak H.Achmad Bakrie. Bapak Aburizal Bakrie, dan Bapak Anindya Bakrie..dan sebagai CEO khayalan adalah saya..he.he^^v
Visi saya jika saya menjabat menjadi CEO Grup Bakrie adalah menjadikan Grup Bakrie sebagai Perusahaan an yang Unggul dan Ramah.
Unggul dalam kualitas. Ramah pada alam, dan masyarakat dengan mengedepankan semboyan "Setiap rupiah yang Bakrie hasilkan, harus bermanfaat bagi orang banyak" Untuk mewujudkan Visi dan merancang misi maka perlu diperhatikan dan dipertimbangkan faktor SWOT dari Grup Bakrie berikut ini.
Kelebihan :
1. Image yang tertanam sudah baik. Grup Bakrie banyak memberikan beasiswa untuk siswa kurang mampu, terutama dengan universitas Bakrie juga dengan Bakrie Center Foundation-nya.
2. Usaha bergerak di berbagai bidang, sehingga
Kelemahan :
1. Nama Bakrie selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan tentang politik. Sehingga media milik Grup Bakrie rentan disalahartikan sebagai alat politik.
2. Terlalu sering melakukan akuisisi.
3. Kurang dikenal masyarakat awam.
Peluang :
1. memiliki modal untuk mengembangkan usaha di luar negeri. 2. usaha agraris terbesar di Indonesia. 3. pengembangan mobil nasional.
Ancaman :
1. Menipisnya sumber daya alam di Indonesia.
2. Sentimen publik.
Dengan mempertimbangkan hal - hal tersebut di atas, maka inilah misi yang akan saya lakukan untuk mewujudkan misi saya:
1. Menyelesaikan Permasalahan Lumpur Lapindo
Jujur saja masalah lumpur Lapindo adalah masalah yang rumit..tapi kita jangan pernah menyerah untuk menyelesaikannya. Minimal dengan tetap memantau keadaan di Lapindo. Oia, kenapa Lumpur Lapindo tidak dijadikan batu bata saja...kan lama-lama habis. tapi apakah dari lumpur tersebut dapat dibuat batu bata???
2. Mempropagandakan Konservasi Alam, Budaya dan Moral
Konservasi yang secara awam dapat diartikan sebagai perlindungan sekarang ini sudah merupakan keharusan. Hal ini berkaitan dengan isu pemanasan global. Kita sudah tidak bisa menutup mata lagi akan hal tersebut. Sebagai perusahaan yang bahan bakunya berasal dari alam tentunya ketersediaan SDA menjadi hal yang sangat penting. Selain itu sebagai perusahaan yang memiliki image mencintai Indonesia tentu saja konservasi budaya dengan mendukung pelestarian budaya merupakan hal yang mutlak dilakukan. Lalu mengenai konservasi moral. Kejujuran merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang, terutama oleh para pekerja Bakrie sehingga tak ada korupsi di tubuh Grup Bakrie..untuk memupuknya bisa dengan mengadakan ESQ.
3. Meningkatkan komunikasi dengan pekerja,misalnya dengan menyediakan kotak saran. Karena akan lebih privat dibandingkan dengan jejaring sosial atau internet.
4. Memfokuskan pada usaha agraris. Alasannya karena tanaman merupakan sumber daya yang bisa diperbaharui, sehingga bisa tetap konsisten keberadaannya apalagi sudah didukung dengan kepemilikan tanah dan modal. Tinggal dikelola secara profesional saja. Jika Jepang yang lahannya sedikit saja bisa, kenapa kita yang punya lahan lebih,lebih, luas tidak bisa?? Selain itu usaha pertanian bisa dijadikan usaha di atas tanah yang mengandung minyak bumi. Jadi tanah itu selain sebagai tabungan juga tetap menghasilkan.
5. Mengahasilkan dan Menjual Bahan Jadi, Bukan Bahan Setengah Mentah..apalagi bahan Mentah
Sumber Daya Indonesia yang melimpah ruah seharusnya menjadikan Indonesia negara yang kaya. Namun sampai usia Indonesia yang hampir mencapai 66th Indonesia masih saja tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga kita. Salah satu penyebabnya adalah pengelolaan SDA yang kurang efektif. Bangsa kita selalu menjual bahan baku ke negara lain dengan harga murah dan selanjutnya produk jadi tersebut dijual kembali ke Indonesia dengan harga yang lebih murah. Sungguh lucu tapi menyedihkan. Maka dari itu diusahakan dalam kepemimpinan saya ini penjualan Bahan Baku diminimalkan, dan dilakukan pengembangan untuk memproduksi barang jadi dengan kualitas yang mampu bersaing tentunya.
6. Memberdayakan Insinyur-Insinyur Indonesia yang Bekerja di Negeri Orang
SDM Indonesia sangat luar biasa dan banyak dari mereka adalah orang-orang cerdas. Misalnya saja lulusan ITB seperti pak Habibie..namun banyak dari mereka yang lebih memilih bekerja di luar negeri, sedangkan dari orang luar malah banyak yang ke Indonesia. Kenapa tidak mempekerjakan anak-anak bangsa untuk membuat mesin pengolah minyak, daripada harus selalu mengimpor minyak jadi dalam jumlah besar.
7. Tidak Mengeksploitasi Alam Bumi Pertiwi dengan Berlebihan
Anak SD pun tahu bahwa sumber daya alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Di sekolah saya diberi tahu bahwa para pengimpor minyak itu bukan berarti negara mereka tidak mempunyai minyak. Mereka menyimpannya dan saat minyak menjadi langka mereka akan menjualnya dengan harga yang tinggi. Maka dari itu, minyak yang ada tidak langsung dikilang untuk dijual sebanyak-banyaknya.
8. Menghemat Penggunaan BBM Semua pegawai grup Bakrie yang berusia di bawah 40th wajib menggunakan angkutan umum atau bersepeda, sedangkan untuk mobilisasi pekerjaan disediakan mobil kantor.
9. Mengadakan Lomba-Lomba, Seperti Ini Misalnya, Setiap Tahunnya.
Jadi saat Grup Bakrie berbahagia merayakan ulang tahun,Grup Bakrie tidak bahagia sendirian. Karena banyak orang lain yang akan bahagia dan ikut mendo'akan kesuksesan Bakrie...Hadiah apakah yang lebih indah daripada do'a sebagai hadiah ulang tahun?:)
10. Melestarikan, menghayati dan menjalankan amanah "Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie, harus bermanfaat bagi orang banyak", misalnya dengan membantu pengembangan mobil nasional. Mobil nasional memiliki prospek yang baik, kerena kecintaan masyarakat pada produk dalam negeri mulai meningkat. Untuk mewujudkannya tidak usah terlalu banyak melibatkan orang asing, karena Indonesia memiliki orang-orang yang berbakat dan kompeten di bidang tersebut.
Read This Article In English HERE




0 komentar:
Posting Komentar
Please leave a comment^^
Siapapun kamu, dari manapun asalmu,...Terima kasih telah berkunjung ke STARGATE,,,gomawo,arigatou,xie xie...
Harap memberikan komentar kalian dengan bahasa yang sopan. NO BASHING. hargai pendapat orang lain.