Pages

Subscribe:

Labels

Selasa, 26 Juni 2012

Jika saya menjadi CEO Grup Bakrie...

Read This Article in English HERE

PT Bakrie & Brothers Tbk atau yang lebih dikenal sebagai Grup Bakrie merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi (esia, AHA), media (TVone, ANTV, VivaNews), produksi pipa, material pembangunan, komponen otomotif, dan investasi.
Sejak berdiri pada tahun 1942, kini grup Bakrie memiliki 11.000 pekerja dengan anak perusahaan sebagai berikut:
Bakrie Building Industries
Bakrie Communications
Bakrie Pipe Industry
Bakrie Corrugated Metal Industry
Bakrie Tosanjaya
Bakrie Telecom
Seamless Pipe Indonesia Jaya
South East Asia Pipe Industry
Trans-Bakrie
Visi Media Asia
dan telah mengalami pemerintahan oleh tiga CEO hebat, yaitu Bapak H.Achmad Bakrie. Bapak Aburizal Bakrie, dan Bapak Anindya Bakrie..dan sebagai CEO khayalan adalah saya..he.he^^v

Visi saya jika saya menjabat menjadi CEO Grup Bakrie adalah menjadikan Grup Bakrie sebagai Perusahaan an yang Unggul dan Ramah.
Unggul dalam kualitas. Ramah pada alam, dan masyarakat dengan mengedepankan semboyan "Setiap rupiah yang Bakrie hasilkan, harus bermanfaat bagi orang banyak" Untuk mewujudkan Visi dan merancang misi maka perlu diperhatikan dan dipertimbangkan faktor SWOT dari Grup Bakrie berikut ini.

Kelebihan :
1. Image yang tertanam sudah baik. Grup Bakrie banyak memberikan beasiswa untuk siswa kurang mampu, terutama dengan universitas Bakrie juga dengan Bakrie Center Foundation-nya.
2. Usaha bergerak di berbagai bidang, sehingga

Kelemahan :
1. Nama Bakrie selalu dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan tentang politik. Sehingga media milik Grup Bakrie rentan disalahartikan sebagai alat politik.
2. Terlalu sering melakukan akuisisi.
3. Kurang dikenal masyarakat awam.

Peluang :
1. memiliki modal untuk mengembangkan usaha di luar negeri. 2. usaha agraris terbesar di Indonesia. 3. pengembangan mobil nasional.

Ancaman :
1. Menipisnya sumber daya alam di Indonesia.
2. Sentimen publik.

Dengan mempertimbangkan hal - hal tersebut di atas, maka inilah misi yang akan saya lakukan untuk mewujudkan misi saya:

1. Menyelesaikan Permasalahan Lumpur Lapindo

Jujur saja masalah lumpur Lapindo adalah masalah yang rumit..tapi kita jangan pernah menyerah untuk menyelesaikannya. Minimal dengan tetap memantau keadaan di Lapindo. Oia, kenapa Lumpur Lapindo tidak dijadikan batu bata saja...kan lama-lama habis. tapi apakah dari lumpur tersebut dapat dibuat batu bata???

2. Mempropagandakan Konservasi Alam, Budaya dan Moral

Konservasi yang secara awam dapat diartikan sebagai perlindungan sekarang ini sudah merupakan keharusan. Hal ini berkaitan dengan isu pemanasan global. Kita sudah tidak bisa menutup mata lagi akan hal tersebut. Sebagai perusahaan yang bahan bakunya berasal dari alam tentunya ketersediaan SDA menjadi hal yang sangat penting. Selain itu sebagai perusahaan yang memiliki image mencintai Indonesia tentu saja konservasi budaya dengan mendukung pelestarian budaya merupakan hal yang mutlak dilakukan. Lalu mengenai konservasi moral. Kejujuran merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang, terutama oleh para pekerja Bakrie sehingga tak ada korupsi di tubuh Grup Bakrie..untuk memupuknya bisa dengan mengadakan ESQ.

3. Meningkatkan komunikasi dengan pekerja,misalnya dengan menyediakan kotak saran. Karena akan lebih privat dibandingkan dengan jejaring sosial atau internet.

4. Memfokuskan pada usaha agraris. Alasannya karena tanaman merupakan sumber daya yang bisa diperbaharui, sehingga bisa tetap konsisten keberadaannya apalagi sudah didukung dengan kepemilikan tanah dan modal. Tinggal dikelola secara profesional saja. Jika Jepang yang lahannya sedikit saja bisa, kenapa kita yang punya lahan lebih,lebih, luas tidak bisa?? Selain itu usaha pertanian bisa dijadikan usaha di atas tanah yang mengandung minyak bumi. Jadi tanah itu selain sebagai tabungan juga tetap menghasilkan.

5. Mengahasilkan dan Menjual Bahan Jadi, Bukan Bahan Setengah Mentah..apalagi bahan Mentah

Sumber Daya Indonesia yang melimpah ruah seharusnya menjadikan Indonesia negara yang kaya. Namun sampai usia Indonesia yang hampir mencapai 66th Indonesia masih saja tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga kita. Salah satu penyebabnya adalah pengelolaan SDA yang kurang efektif. Bangsa kita selalu menjual bahan baku ke negara lain dengan harga murah dan selanjutnya produk jadi tersebut dijual kembali ke Indonesia dengan harga yang lebih murah. Sungguh lucu tapi menyedihkan. Maka dari itu diusahakan dalam kepemimpinan saya ini penjualan Bahan Baku diminimalkan, dan dilakukan pengembangan untuk memproduksi barang jadi dengan kualitas yang mampu bersaing tentunya.

6. Memberdayakan Insinyur-Insinyur Indonesia yang Bekerja di Negeri Orang

SDM Indonesia sangat luar biasa dan banyak dari mereka adalah orang-orang cerdas. Misalnya saja lulusan ITB seperti pak Habibie..namun banyak dari mereka yang lebih memilih bekerja di luar negeri, sedangkan dari orang luar malah banyak yang ke Indonesia. Kenapa tidak mempekerjakan anak-anak bangsa untuk membuat mesin pengolah minyak, daripada harus selalu mengimpor minyak jadi dalam jumlah besar.

7. Tidak Mengeksploitasi Alam Bumi Pertiwi dengan Berlebihan

Anak SD pun tahu bahwa sumber daya alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Di sekolah saya diberi tahu bahwa para pengimpor minyak itu bukan berarti negara mereka tidak mempunyai minyak. Mereka menyimpannya dan saat minyak menjadi langka mereka akan menjualnya dengan harga yang tinggi. Maka dari itu, minyak yang ada tidak langsung dikilang untuk dijual sebanyak-banyaknya.

8. Menghemat Penggunaan BBM Semua pegawai grup Bakrie yang berusia di bawah 40th wajib menggunakan angkutan umum atau bersepeda, sedangkan untuk mobilisasi pekerjaan disediakan mobil kantor.

9. Mengadakan Lomba-Lomba, Seperti Ini Misalnya, Setiap Tahunnya.

Jadi saat Grup Bakrie berbahagia merayakan ulang tahun,Grup Bakrie tidak bahagia sendirian. Karena banyak orang lain yang akan bahagia dan ikut mendo'akan kesuksesan Bakrie...Hadiah apakah yang lebih indah daripada do'a sebagai hadiah ulang tahun?:)

10. Melestarikan, menghayati dan menjalankan amanah "Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie, harus bermanfaat bagi orang banyak", misalnya dengan membantu pengembangan mobil nasional. Mobil nasional memiliki prospek yang baik, kerena kecintaan masyarakat pada produk dalam negeri mulai meningkat. Untuk mewujudkannya tidak usah terlalu banyak melibatkan orang asing, karena Indonesia memiliki orang-orang yang berbakat dan kompeten di bidang tersebut.


Read This Article In English HERE

If I Became to be a CEO of Bakrie and Brothers Tbk

Baca artikel ini dalam bahasa Indonesia di SINI



PT Bakrie & Brothers Tbk, or well known as the Grup Bakrie (in Indonesia) is a large company engaged in telecommunications (Esia, AHA), media (TVone, quiz, VIVAnews), the production of pipes, construction materials, automotive components, and investment.
Since its establishment in 1942, Bakrie group now has 11,000 employees with its subsidiaries as follows:
Bakrie Building Industries
Bakrie Communications
Bakrie Pipe Industry
Bakrie Corrugated Metal Industry
Bakrie Tosanjaya
Bakrie Telecom
Seamless Pipe Indonesia Jaya
South East Asia Pipe Industry
Trans-Bakrie
Media Vision Asia
and has undergone a government by the three great CEO, namely Mr. Bakrie H.Achmad. Mr. Bakrie, and Mr. Anindya Bakrie .. and as the CEO of my fantasies is .. ^ ^ v he.he
My vision when I served as CEO Bakrie Group is made as the Company's Bakrie Group of superior and friendly.
Superior in quality. Friendly nature, and society by promoting the slogan "Every dollar earned Bakrie, should benefit ordinary people" To realize the vision and mission design is necessary to note and consider SWOT factors following from the Bakrie Group.
Pros:
A. Image is already well embedded. Bakrie Group provides many scholarships for underprivileged students, particularly with universities Bakrie is also with his Bakrie Center Foundation.
2. Enterprises engaged in various fields, so
Weaknesses:
A. Bakrie's name is always associated with matters relating to politics. Bakrie Group's media so vulnerable misconstrued as a political tool.
2. Too often an acquisition.
3. Less known to the general public.
Opportunities:
A. have the capital to develop their business overseas. 2. largest agricultural business in Indonesia. 3. development of a national car.
Threats:
A. Depletion of natural resources in Indonesia.
2. Public sentiment.

By considering the case - to the above, then this is the mission I will do to achieve my mission:

A. Resolving Problems mudflow
Honestly Lapindo mudflow problem is a complex problem .. but we should never give up to get it done. A minimum while still monitoring the situation in Lapindo. Oia, why Lapindo Mud bricks are not made for long ... right out. but whether it can be made of mud bricks?
2. Propagate the Conservation of Nature, Culture and Moral
Conservation in layman can be interpreted as the current protection is a necessity. This relates to the issue of global warming. We can no longer turn a blind eye to that. As a company that derived from natural raw materials availability of natural resources would be essential. In addition, as companies that have the image of course loves Indonesia to support the preservation of cultural conservation culture is an absolute must do. Then the conservation of moral. Honesty is a must-have for everyone, especially by workers Bakrie so there is no corruption in the Bakrie Group to nurture it .. can hold ESQ.
3. Improve communication with the workers, for example by providing a suggestion box. Because it will be more private than social networking or the internet.
4. Focus on agricultural business. The reason is because the plant is a renewable resource, so that could be consistent with the existence let alone have supported land and capital. Managed in a professional live alone. If Japan is able to land just a little, why do we have any more land, more broad, can not? In addition it can be used as agricultural business on land containing petroleum. So in addition to the land as well as still produce savings.
5. So mengahasilkan and Selling Materials, Not Half Raw Materials Raw materials .. especially
Resources are abundant Indonesia Indonesia should make a rich country. But until the age of nearly 66th Indonesia Indonesia is still lagging behind when compared with our neighbors. One reason is the lack of effective management of natural resources. Our nation has always sold raw materials to other countries with cheap prices and then the finished product is sold back to Indonesia with a cheaper price. It's funny but sad. Therefore I sought the leadership of these sales Raw minimized, and carried out development to produce finished goods that can compete with the quality of course.
6. Empowering Engineers Engineers-Indonesia Working in the Land of the
Indonesia's human resources is outstanding and many of them are smart people. For example, the ITB graduates like Mr. Habibie .. but many of those who prefer to work abroad, while a lot of people out instead of into Indonesia. Why not hire the nation's children to make oil processing machines, rather than having to always be importing oil in bulk.
7. Not Exploit the Earth Mother Nature with Excessive
Elementary school child knows that natural resources are natural resources that can not be renewed. At school I was told that the oil-importing countries that does not mean they do not have oil. They store it and when oil becomes scarce they will sell at high prices. Therefore, there is no direct oil dikilang for sale as much as possible.
8. The use of fuel saving All employees Bakrie group under the age of 40th obliged to use public transport or cycling, while for the mobilization of the work provided a company car.
9. Conducting Competition-Contest, as this example, each year.
So when the Bakrie Group happy birthday, the Bakrie Group are not happy alone. Because many other people who will be happy and go pray for the success of Bakrie ... What more beautiful gift than prayer as a birthday gift? :)
10. Preserve, appreciate and carry out the mandate "Every dollar generated Bakrie, should benefit ordinary people", for example by helping the development of a national car. National car has good prospects, because they love the community on domestic products increased. To realize this should not involve too many foreigners, because Indonesia has talented people and competent in the field.

Baca artikel ini dalam bahasa Indonesia di SINI