Karbon monoksida memang dianggap berbahaya karena mengakibatkan gangguan pernapasan. Namun kini, gas ini telah terbukti membantu menyelamatkan nyawa janin.
Sebuah riset terbaru oleh peneliti Jerman menemukan dosis rendah karbon monoksida bisa meningkatkan kinerja pembuluh darah di plasenta dan membentuk aliran di tali pusat. Keduanya dianggap faktor penting dalam kesehatan janin.
Keguguran dan pra-eklampsia (peningkatan tekanan darah) berhubungan dengan rendahnya heme oxygenase-1 (HO-1) di plasenta. Para peneliti menggunakan karbon monoksida pada tikus dengan janin tidak sehat, atau dikenal dengan pembatasan pertumbuhan intrauterine.
Peneliti meyakini adanya kemampuan luar biasa karbon monoksida dalam meniru efek dari enzim HO-1, yang menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah di plasenta dan aliran darah di tali pusar.
Hasilnya, karbon monoksida berhasil mengembalikan fungsi plasenta dan mencegah kematian janin tanpa efek samping. Peneliti juga menemukan terapi karbon monoksida dengan dosis rendah pada tikus mampu mengurangi keguguran janin hingga 30 persen.
Peneliti juga memperingatkan bahwa dosis tinggi karbon monoksida juga berperan meningkatkan fungsi plasenta tetapi justru merusak janin. "Dosis rendah karbon monoksida untuk mencegah kematian janin berperan sebagai anti-inflamasi dan mengurangi jumlah kematian sel," ungkap Profesor Ana Claudia Zenclussen, seperti dilansir melalui Dailymail, Kamis (23/2)
Credit: yahoo.com
Share: stargateku.blogspot.com
Jumat, 24 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar
Please leave a comment^^
Siapapun kamu, dari manapun asalmu,...Terima kasih telah berkunjung ke STARGATE,,,gomawo,arigatou,xie xie...
Harap memberikan komentar kalian dengan bahasa yang sopan. NO BASHING. hargai pendapat orang lain.