Pages

Subscribe:

Labels

Sabtu, 01 Februari 2014

[Cerita Masa Kecil] Menunggui Sawah



Saat kecil aku sering sekali pergi ke sawah simbah (kakek) dan siwo (pakde/bude). Yang paling aku suka adalah saat musim tanam padi. Saat matun, dan menanam padi akan ada makanan untuk para pekerja yang biasanya diantarkan oleh siapa ya? aku lupa.. kalau tidak salah sih ma'e (ibu) atau sepupuku. Dan pastinya aku ikut dengan siapapun yang mengantarkan makanan. nah, saat orang-orang makan maka aku akan ikut makan. Sungguh, meskipun sederhana (seringnya nasi-megono-kerupuk) tetapi makanannya terasa sangat nikmat. Dengan suasana persawahan dan suasana kekeluargaan yang kental.. Aku rindu saat-saat itu.

Selain saat musim tanan, aku juga ke sawah saat musim panen. Suasananya tetap sama, dan tetap ada makanan.. yummy :p.

Yang paling seru adalah saat menunggui sawah untuk menjaga padi dari burung. Aku biasanya menunggui sawah bersama mbak Yaroh, mbak Sih, dan mbak Nanik, yang adalah para sepupuku. Kejadian yang paling aku ingat adalah saat menunggui sawah milik orang tua mbak Nanik dan mbak sih. Saat itu seperti biasa kami menghalau burung dan juga bermain-main, tetapi tiba-tiba saja hujan turun. Sawah mbak Nanik tidak ada ranggon-nya (semacam bungalow, biasanya dibuat dari bambu dengan atam rumbia). Jadi kami langsung berlari pulang. Jalanan sawah yang sempit dengan pinggiran sawah dan tebu, tanpa alas kaki, menurun dan menanjak tanpa berniat mengurangi kecepatan hingga sampai di rumah masing-masing. whohooooo.. sangat seru. :D Apalagi saat sampai di rumah ternyata ibuku sedang menggoreng keripik pisang...:D
Kalau ku ingat-ingat lagi sepertinya keripik pisang itu untuk persiapan menjamu tamu untuk hajatan pembangunan rumahku aka orang nyumbang.

sebenarnya masih banyak lagi pengalamanku di sawah, tapi kebanyakan aku lupa. kejadian-kejadian di atas terjadi saat umurku kira-kira 4-5 tahun. Setelah itu aku hampir tidak pernah lagi ke sawah simbah atau siwo dikarenakan aku dan keluargaku yang tadinya serumah dengan kakek pindah ke rumah baru kami yang jauh dari rumah simbah dan sawahnya. Tetapi bukan berarti aku tidak ke sawah lagi. Tanah rumahku sekarang adalah bekas sawah dan samping kanan dan belakang rumahku masih persawahan. Hanya saja tak ada lagi ikut mengirim makanan dan menghalau burung.

Hmm.. semakin bertambah usia semakin banyak kenangan masa kecil yang terlupakan. Apalagi saat ini ingatanku rasanya semakin berkurang..aisshhhh. Aku hanya ingin selalu mengenangnya, makanya aku menulis cerita masa kecilku ini. Mungkin aku tidak pandai merangkai kata untuk menggambarkan keseruannya. Tetapi tenan, sungguh, di video otakku masih terputar jelas betapa serunya saat itu.


n.b: that picture is mine. Itu foto sawah di desaku, tapi bukan sawah simbah ^^v