Pages

Subscribe:

Labels

Kamis, 30 Januari 2014

[Cerita Masa Kecil] Ikut kampanye Pemilu tahun 1997

Kurang lebih waktu itu umurku 4 tahun.. aku lupa waktu itu pagi atau sore…tapi kemungkinan sih sore..karena waktu itu suasananya tidak terlalu terang dan juga tidak panas. Mungkin sekitar jam 2-an. Saat itu aku yang sedang bersama ibuku tiba-tiba saja digendong ayahku dan diajak keluar rumah…aku dipakaikan ikat kepala merah bergambar banteng dan digendong di kepala. Suasana saat itu ramai sekali…semua orang keluar rumah sekedar untuk menonton dan para ayah memakai atribut berbagai parpol berbondon-bondong ke lapangan desaku,desa kreyo(atau biasa diplesetkan korea:P).
Di tengah perjalanan,kami bertemu dengan banyak rombongan beratribut merah. Bahkan ada yang naik mobil bak terbuka. Ayahku diberi bendera merah, yg juga bergambar banteng, yang oleh ayah diserahkan padaku. Senang sekali rasanya saat itu….menganggap bendera itu sebagai mainan.he.he Kami melanjutkan perjalanan ke lapangan bersama dengan masa yang memenuhi jalanan. Saat sampai di sana lapangan sudah banyak terisi masa yang mayoritas berwarna merah..di tengah lapangan sudah ada panggung. Semakin lama semakin banyak yang datang ..bahkan banyak wajah asing yang kata ayahku mereka berasal dari desa lain. Ternyata rombongan-rombongan yang memakai kendaraan motor,bak terbuka bukanlah dari desaku. Sebagai anak kecil,waktu itu yang ku lakukan hanya bermain bendera dan menonton orang-orang berteriak menyahuti orasi yang di panggung. Sedangkan yang di panggung sama sekali tidak ku pedulikan.hohoho!
Kejadian saat itu begitu melekat kuat dalam memoriku. Sungguh keramaian yang paling ramai di desaku yang sampai sekarang pun belum ada yang mampu memecahkan rekor itu. Bahkan pertandingan sepak bola antar kampung yang ditonton banyak orang pun kalah ramai (aku sering menonton pertandingan sepak bola itu…makanya aku tahu).
Hampir semua orang di desaku berjalan kaki menuju lapangan di waktu yang bersamaan,orang dari berbagai desa dengan rombonga motor,bak terbuka bahkan ada yang jalan kaki..mereka semua menyatu di jalanan yang hanya satu-satunya jalan menuju lapangan dan berkumpul di satu lapangan dengan berbagai teriakan-teriakan yang membahana…bisa dibayangkan bagaimana ramainya saat itu???
Hmm..pada akhirnya setelah megumpulkan puzzle-puzzle cerita,fakta dan memori, bisa ku pastikan kalau saat itu aku,di usiaku yang 4 tahun, mengikuti kampanye parpol. Kampanye parpol tahun 1997. Yang tidak kuketahui adalah bahwa 1 tahun setelahnya akan terjadi kejadian yang sangat bersejarah, yaitu reformasi. Jujur saja saat terjadi krisis 1998 aku tidak merasakan perbedaan apapun dengan tahun-tahun sebelumnya, karena aku masih kecil :p. Hmm…tapi kurasa sekarang aku tahu perbedaannya,aku baru saja menyadari kalau ada yang berubah setelah itu…
keramaian itu tak lagi kujumpai.
Ya..tak ada lagi rasa antusias sebesar itu lagi di desaku saat ada pemilu. Hanya golongan berkepentingan dan segelintir orang yang masih punya harapan akan masa depan bangsa ini yang masih mau peduli.
Tapi siapa yang bisa menyalahkan orang-orang di desaku yang menjadi apatis? Pemimpin bangsa ini mayoritas melakukan korupsi. Apa salah kami jika kepercayaan kami pada kalian berkurang? Jujur, aku merindukan sekali saat-saat itu. Saat rakyat desaku mempercayai pemimpinnya dan punya harapan masa depan yang lebih baik.

Hei, pemimpin masa depan mampukah kalian mewujudkannya?

“ Jika kamu membenci dengan perilaku seseorang,janganlah mem benci juga orangnya. Karena tanpa kamu sadari orang tersebut sudah menjadi guru bagimu”…Guru yang menyadarkanmu lewat perbuatannya,bahwa kau tidak boleh berlaku seperti perbuatannya yang kau benci itu karena orang tak kan menyukainya…